google-site-verification: google49c057016b626fb0.html

Minggu, 30 September 2018

Hati-Hati Memposting atau Merepost Sesuatu Yang Anda Terima!!!

Asslmkm sahabat blogger, salam blogging,
beberapa hari yang lalu terjadi Gempa bumi dan diikuti Tsunami di daerah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. lalu ditengah2 viralnya pemberitaan tersebut maka saya menerima pesan group yang isinya seperti ini:

Assalamualaikum,,;")
Satu fakta angka angka yg menarik untuk kita fikirkan :
Adakah kita sadari...??? 
          Aceh
          Tsunami
          26-12-2004 
          Bohemia
          Gempa
          26-11-1902
          Jogja
          Gempa
          26-05-2006
          Tasik - Jawa Barat
          Gempa
          26-06-2010
          Gunung Merapi
          Meletus
          26-10-2010
          Jambatan Tenggarong
          Samarinda, Indonesia
          Runtuh
          26-09-2013
          Mengapa semua ini
          Terjadi  pada Tgl. 26
          Apakah ini suatu kebetulan?? 
          Bukalah dan bacalah
          Al-Quran Juz ke: 26
          Allah SWT telah berfirman.
          Bunyinya :
          "Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".
          Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!         
          Jika sudi...
          Sampaikanlah kepada hamba Allah yg lain... wallahu'alam...
Ternyata Cuma 1.5 jam⌚ saja Umur Kita hidup di DUNIA  ini.
Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran yang hakiki
    1 hari akhirat = 1000 tahun dunia
 24 jam  akhirat = 1000 tahun dunia
   3 jam  akhirat =    125 tahun dunia
 1.5 jam  akhirat =  62.5 tahun dunia
Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1.5 jam saja.
Pantaslah  kita selalu diingatkan tentang masalah waktu. ⌛⏰
Allah berfirman : "Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)"
Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.
Kuatkan berfikir utk akhirat.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.
Fokus akhirat
Itulah tempat kita akan hidup seterusnya.
Ingatlah ini :
untuk diri saya sendiri.
Mayat orang Islam yang tidak sembahyang pada 1000 tahun dulu masih disiksa hingga kini.
Allahuakbar!!! 1 waktu kita tinggalkan sholat sama dengan  8000 tahun siksaan neraka. Jika kita sehari 5 waktu x sholat?
5 x 8000 = 40.000
tahun. 
Subhanallah... 
Ringan-ringankanlah tangan untuk membagi berita  ini. Akan mendapat  pahala mengingatkan saudara Islam...
Kirim La illaha illa Allah,
_Muhammadu Rasulullah
Kirim kepada 3 group saja.  
Lihat apakah anda 
mempunyai waktu untuk 
ALLAH atau tidak???


begitulah kira-kira pesan yang saya copy dari Group, dan ternyata itu sbenarnya sudah sangat lama sekali kabar seperti itu di dunia maya tetapi terus diteruskan dan diteruskan terus-terusan akhirnya sampailah ke hp saya.
selintas dari gaya pesan yang disampaikan itu kayak beneran deh, tapi setelah saya perhatikan lagi koq seperti ada yang aneh ya!!
anehnya kenapa? secara logika kalau memang orang yang pertama membuat pesan itu faham dengan al-qur'an kenapa tidak disebutkan langsung ayat atau surat dari juzz 26 tersebut.
karena saya ragu dengan berita tersebut maka saya coba tanyakan ke para penghuni group apakah ada yang mengetahui ayat al-qur'an yang memiliki arti "Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat" tersebut.
akan tetapi karena tidak ada yang menjelaskan atas kebenaran ayat tersebut maka saya coba tanya sama google deh, dan ternyata sangat mencengangkan bahwa itu adalah salah satu dari kutipan bible
silahkan klik disini untuk melihat link kutipan tersebut

kalau kita melihat al-qur'an, inilah isi juzz 26 :
Dalam Juzz 26, al quran terkandung 6 surah yaitu :
1) Al Ahqaaf (bukit-bukit pasir) menceritakan
– kebenaran tauhid dan kebathilan syirik
– kewajipan menghormati ibu bapa
– kehancuran kaum ‘Aad
– penyiaran Al Quran pada golongan jin
2) Muhammad ( Nabi SAW) menceritakan :
– ketentuan ketentuan peperangan dalam islam
3) Al Fath-h (kemenangan) menceritakan :
– perdamaian hudaibiyah adalah satu kemenangan yang besar bagi kaum Muslim
4) Al Hujuraat (kamar-kamar) menceritakan :
– tatakrama terhadap Rasulullah SAW
– peraturan tentang pergaulan umat islam
5) Qaaf menceritakan:
– hari berbangkit
6) Adz Dzaariyaat ( angin yang menerbangkan) menceritakan:
– penegasan tentang hari berbangkit
– kisah tentang umat- umat yang dahulu yang mendustakan para nabi.

hufftt... begitulah gambaran kecil dari bagaimana kemampuan pola fikir kita sebagai netizen saat ini yang sepertinya belum begitu siap dengan kemajuan teknologi!!
tak salah sih sebenernya itu juga kan ayat dari kitab agama lain, saudara kita yang berkeyakinan dengan kitab tersebut ya it's okay, tapi ketika ayat tersebut di bawa ke tempat yang berbeda bahkan disebutkan "dalam al-qur'an" maka akibat yang ditimbulkan dikemudian hari akan lebih berbahaya.

Memang benar sih bahwa dikatakan dalam hadis Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

tapi ingat juga dong bahwa ada hadis lain dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Jadi buat yang membuat atau yang menyebarkan/merepost pesan tersebut mohon agar berfikir cerdas dan di selidiki dulu kebenarannya sebelum di post/di forwad ke orang lain atau ke group. Jangan karna berdalih ingin mendapatkan pahala dengan iming-iming kata2 di akhir text yang biasanya berbunyi:

"Ringan-ringankanlah...bla,,bla...jika anda menyebarkan pesan ini maka..bla,,bla..bla..dan jika tidak disebarkan maka..bla..bla.."

Come on guys, be smarter than your smarphone!!
masih banyak ladang pahala yang lain yang bisa kalian kerjakan dan hati2 ada banyak ladang dosa disekitar anda!!!
karena jika anda salah menyebarkan berita maka akan menjadi dosa jariah bagi Anda!!!

Selasa, 18 September 2018

Ada apa dengan portal CPNS 2018?





Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan portal Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yaitu SSCN (http://sscn.bkn.go.id) sudah bisa diakses hari ini. Situs tersebut memfasilitasi pendaftaran seleksi CPNS 2018.


Namun, situs tersebut belum membuka pendaftaran CPNS sesuai dengan jadwal awal yang diinformasikan. Kapan pelamar bisa melakukan pendaftaran? 
“Jadwal waktu pendaftaran akan segera disampaikan kepada publik setelah BKN menerima data formasi lengkap dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang membuka rekrutmen CPNS,”
hari ini 20180919 jika kita membuka situs "http://sscn.bkn.go.id" maka akan muncul keterangan "Portal SSCN saat ini belum dapat di akses sampai pengumuman resmi dari Pemerintah terkait penerimaan CPNS 2018, info lebih lanjut dapat di lihat di portal BKN yaitu (www.bkn.go.id)" seperti ini :

namun ketika Saya mencoba membuka portal tersebut malah malah muncul pesan error seperti ini:

terlihat sekali sepertinya pemerintah belum siap dengan hal itu.


Seperti diketahui, Pemerintah membuka lowongan 238.015 formasi CPNS untuk penerimaan Tahun Anggaran 2019. Ke-238.015 formasi itu terdiri atas 51.271 formasi untuk Instansi Pusat, dan sisanya sebanyak 186.744 formasi untuk Instansi Daerah.


Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018, setiap pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) Instansi Pemerintah dan 1 (satu) formasi jabatan.
Adapun materi seleksi terdiri dari dua tahap yaitu seleksi administratif dan seleksi kemampuan dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi yang dinyatakan lulus SKD. Sementara itu SKD sendiri meliputi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes inteligensia umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 

Kamis, 13 September 2018

ISTIDRAJ

Apa itu istidraj?


Bisa jadi ada yang mendapatkan limpahan rezeki namun ia adalah orang yang gemar maksiat. Ia tempuh jalan kesyirikan –lewat ritual pesugihan- misalnya, dan benar ia cepat kaya. Ketahuilah bahwa mendapatkan limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, namun itu adalah istidrajIstidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).
Allah Ta’ala berfirman,
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)
Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka. Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”
Syaikh As Sa’di menyatakan, “Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.” (Tafsir As Sa’di, hal. 260).

Kisah Pemilik Kebun yang Diberi Nikmat yang Sebenarnya Istidraj

Disebutkan dalam surat Al Qalam kisah pemilik kebun berikut ini,
إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19) فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ (20) فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ (21) أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ (22) فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ (23) أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ (24) وَغَدَوْا عَلَى حَرْدٍ قَادِرِينَ (25) فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ (26) بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (27) قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ (28) قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (29) فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ (30) قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ (31) عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ (32) كَذَلِكَ الْعَذَابُ وَلَعَذَابُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (33)
  1. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari,
  2. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin),
  3. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabbmu ketika mereka sedang tidur,
  4. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.
  5. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:
  6. “Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya.”
  7. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.
  8. “Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu.”
  9. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya).
  10. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),
  11. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)
  12. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)
  13. Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”
  14. Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela.
  15. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas.”
  16. Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.
  17. Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. Al Qalam: 17-33).
Syaikh As Sa’di rahimahullah menerangkan, “Kisah di atas menunjukkan bagaimanakah akhir keadaan orang-orang yang mendustakan kebaikan. Mereka telah diberi harta, anak, umur yang panjang serta berbagai nikmat yang mereka inginkan. Semua itu diberikan bukan karena mereka memang mulia. Namun diberikan sebagai bentuk istidraj tanpa mereka sadari.“ (Tafsir As Sa’di, hal. 928)
Moga segala nikmat yang Allah beri pada kita bukanlah istidraj. Marilah kita berusaha menjauhi maksiat dengan jujur.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:

Tafsir Al Jalalain, Jalaluddin Al Mahalli dan Jalaluddin As Suyuthi, ta’liq: Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan kedua, tahun 1422 H.
Tafsir As Sa’di (Taisir Al Karimir Rahman), Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan kedua, tahun 1433 H.


Thanks to: https://rumaysho.com/10828-istidraj-jebakan-berupa-limpahan-rezeki-karena-bermaksiat.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting